Home / Berita Luar / UKM Makassar Belajar Dari Chotimah Owner Pabrik sepatu “Chosamon”

UKM Makassar Belajar Dari Chotimah Owner Pabrik sepatu “Chosamon”

Sebagian peserta studi banding berfoto bersama Siti Chosima,owner Chosamon (Keempat dari kanan)

Sebagian peserta studi banding berfoto bersama Siti Chosima,owner Chosamon (Keempat dari kanan)

SEPUTAR MAKASSAR–Rombongan Studi banding Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan, yang mengikutkan belasan pelaku UKM ke Banten, mendapat banyak pembelajaran saat mengunjungi galery Chosamon,usaha pengrajin sepatu yang kini produknya sudah merambah ke berbagai daerah dan eksport.

Di hari pertama studi, Kamis, 16 November 2017 rombongan UKM diarahkan menuju galery sepatu Chosamon, Jalan Raya Serang Km 18, Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ditemui belasan UKM yang bertolak dari Makassar, pemilik usaha St.Chotimah bercerita perjalanannya membangun usaha.

“Saya bercita-cita jadi polwan tapi kandas, akhirnya saya menjadi buruh di pabrik sepatu sebagai penjahit selama kurang lebih 22 tahun,” ucap Chotimah.

Saat krisis dan gelombang PHK tahun 2006, Siti pun harus berhenti bekerja di pabrik sepatu PT Garuda Indawa. Namun hal ini justru memunculkan tekadnya untuk kembali merajut cita-citanya menjadi manusia sukses.

“Uang pesangon jadi modal saya membuat usaha sepatu. Usaha yang dijalankan ini tentu bukan semudah yang dibayangkan. Butuh proses panjang. Jatuh bangun. Saya bahkan pernah gadaikan rumah untuk menambah modal,” ucapnya.

Seiring waktu, tambahnya, produknya kini sudah mulai menyebar di penjuru daerah di Indonesia. Kuncinya harus sabar, terus berusaha, dan tidak putus asa, tandasnya.

Usaha sepatu ini berawal sejak Desember 2014 lalu. Nama merek Chosamon sendiri diambil dari nama Siti Chotimah, Mursam, ayahnya, dan Moentamah, ibunya.

Adapun desain sepatu dibuat sendiri oleh Siti, termasuk mengatur bahan baku, dan pemasaran, yang dibantu oleh tim. Bahkan, sebelum diproduksi secara masal, ia membuat sepasang terlebih dahulu untuk dipakai sendiri. Dari sepatu yang dipakai itu, ia mencoba mencari perhatian, untuk mendapatkan penilaian dari orang lain. Jika ternyata banyak yang suka, baru ia membuatnya secara massal.

Chosamon sendiri kalau dalam bahasa Yunani artinya cahaya kehidupan. Buatan sepatu-sepatu merek Chosamon jenis sepatu sport, basket,bola, futsal, running dan casual

Saat ini usahanya mempekerjakan sekitar 100 orang, bahkan pernah mncapai 800 orang ketika perusahaan ini mash fokus pada pemasaran eksport. Bahan baku sebagian masih diimport dari Korsel karena harganya lebih murah.

Dalam sehari mampu membuat sekitar 300 pasang sepatu. Tahun ini Chosamon siap untuk eksport ke Singapura dan Nigeria.

Kini ia juga tengah mengembangkan produknya tidak hanya di sepatu, tapi juga sendal, kaos, baju, tas dan topi, yang semuanya diberi merek Chosamon. Chosamon Abadi adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi sepatu dengan merek chosamon.

Ada juga sepatu dengan merek mendunia namun tertera dibagian dalamnya Made in Vietnam. Nampak kuat kelihatan Siti bekerjasama dengan merek ternama sepatu dikerjakan pabriknya, merek tinggal diberi pemesan.

Menurut Siti dalam pemasarn sudah menjangkau hampir semua kota di Indonesia dengan omset sekira 200 juta/bulan. Selain itu juga ada yang dieksport. Dalam promosi dirinya memanfaatkn media sosial terutama update produk terbarunya.

“UKM mah harus berani jangan takut,” pesan Siti dengan logat kental Banten sebelum diajak berfoto bersama.

Penulis: Bahrul Ulum-Jabir

Editor: Ancha

SEPUTAR MAKASSAR MEMBUKA SELUAS-LUASNYA PERAN AKTIF ANDA DENGAN MENGIRIMKAN OPINI, IDE, ACARA/KEGIATAN dan Ucapan juga Tanggapan. KIRIM ARTIKEL ANDA KE: seputarmakassarkita@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Scroll To Top