Home / Berita Luar / LPP-Toraja Akan Launching Smart Village Tourism

LPP-Toraja Akan Launching Smart Village Tourism

lambang penulis wisata Toraja atau Lingkar Pena Pariwisata Toraja

lambang penulis wisata Toraja atau Lingkar Pena Pariwisata Toraja

SEPUTAR MAKASSAR– Diperlukan terobosan berupa pengembangan satu kawasan wisata yang memanfaatkan teknologi komunikasi informasi berbasis web, dengan pendekatan pemberdayaan yang partisipatif

Sekaitan dengan hal tersebut Lingkar Pena Pariwisata Toraja (LPP-Toraja) akan melaunching program “Smart Village Tourism”.

Diketahuinya ide yang dinilai brilian tersebut saat media ini menemui Rusdin Tompo dan Marthen Ruru, para dewan penasihat LPP-Toraja.

Ditemui  Senin (24/11), Rusdin Tompo mengungkapkan, Toraja sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Sebagai daerah tujuan wisata, Toraja memiliki potensi wisata yang khas berupa wisata budaya dalam bentuk upacara-upacara adat yang memiliki nilai spiritualitas tinggi, di samping ragam kreatifitas kesenian, kerajinan, hasil bumi dan alam yang indah.

Meski begitu, lanjut Rusdin Tompo mantan Ketua KPID Sulsel ini, sebagai sebuah industri, iklim kepariwisataan juga berlangsung dinamis dan penuh persaingan. Karena itu, perlu inovasi dalam pengembangan kemasan objek pariwisata itu sendiri melalui ragam aktivitas kepariwisataan sehingga ikut menumbuhkan ekonomi kreatif.

“Ini berarti dibutuhkan peningkatan kapasitas dan kualitas sumberdaya pelaku pariwisata di samping pembangunan infrastruktur. Bila ada banyak aktivitas dan atraksi kepariwisataan maka berita dan promosinya juga rutin dan gencar bisa dilakukan,” terang Rusdin Tompo.

Pemerhati anak ini menambahkan sehubungan dengan itu, diperlukan terobosan berupa pengembangan satu kawasan wisata yang memanfaatkan teknologi komunikasi informasi (berbasis web). Dengan pendekatan pemberdayaan yang partisipatif.

Lalu mengapa program ini disebut terobosan. Menurut salah satu pengurus teras Lingkar Pena pariwisata (Makassar), lantaran point penting dari konsep ini adalah memadukan kekuatan komunikasi informasi berbasis web untuk menggerakkan sumber-sumber lokal demi memaksimalisasi potensi yang ada sehingga memberi kemanfaatan bagi segenap masyarakat di kawasan tersebut.

“Sekaligus mengantisipasi potensi dampak sosialnya, terutama dampak negatif, dengan tetap mengacu pada nilai dan kearifan budaya masyarakat Toraja pada khususnya, dan budaya Sulawesi Selatan pada umumnya,” jelas Rusdin Tompo.

Lanjut dijelaskan Rusdin Tompo, terobosan yang dimaksud adalah pengembangan Smart Village Tourism, yang mencoba mengawinkan konsep Desa Wisata dan konsep Smart City.

Dijelaskannya, desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Nuryanti, Wiendu. 1993). Sementara, sebuah kota disebut Smart City menurut Caragliu (2009) apabila kota itu melakukan investasi yang tepat pada modal manusia, infrastruktur, transportasi, dan teknologi informasi untuk pertumbuhan kualitas hidup dan ekonomi berkelanjutan dengan pengelolaan rasional pada sumber daya alam dan tata kelola kota dengan pendekatan partisipatif, tutupnya.

Sementara itu Ketua LPP-Toraja, Jaffray Malobu menjelaskan, program Smart Village Tourism lahir dari sebuah diskusi panjang antara pengurus yang berinisiatif mengajak para dewan penasihat yang saat itu berkesempatan hadir, diantaranya Rusdin Tompo dan Marthen Ruru.

Gayung bersambut pertemuan pun digelar khusus mendiskusikan peran LPP-Toraja sebagai sebuah lembaga ke depan sesuai visinya. Dijelaskan dalam pertemuan yang berlangsung selama 6 jam di salah satu warkop di Makassar bulan Oktober lalu, pembicaraan membuahkan hasil sebuah program yang diharap dapat merangsang kesadaran masyarakat lokal melalui sentuhan penggunaan Informasi Teknologi (IT) berbasis web, jelas pria yang akrab disapa jefry.

“Program Smart Village Tourism ini akan semakin menunjukkan jati diri LPP-Toraja, eksis, bukan sekadar organisasi asal jadi, dan betul-betul peduli dengan wilayah yang khusus telah mengharumkan nama Sulsel ini,”

“Ini semua berkat semangat para pengurus yang terus di dorong. Tidak pernah padam. Selain beberapa pelaku IT berbasis web di Makassar turut memberi dukungan moral. Jalan dua tahun sejak LPP-T berdiri, program ini kami anggap paling fenomal,” ucap Jefry.

Dalam pandangan lainnya dia menambahkan, LPP-Toraja sudah bertemu pihak Telkom Divisi regional VII, beberapa pekan lalu di Makassar, mempresentasikan singkat soal program ini. Pihak Telkom yang saat itu dihadiri bapak Fritz Oktavianus dan bapak Jhon Sihotang SM Marketing & Sales Integration, menyambut positif . Dalam diskusi saat itu terjadi tukar pikiraan ide.

“Sinyal baik ditunjukkan Telkom melalui keduanya. Dan saat itu menyatakan akan membekup program sesuai domain Telkom. Bahkan dikatakan kalau ini jadi, konsep ini merupakan satu-satunya di Sulawesi dan ke 4 di Indonesia selain Bali” jelas Jefry yang juga berprofesi jurnalis ini.

Sementara itu salah satu dewan penasihat LPP-Toraja lainnya, Marthen Ruru mengatakan. Program fenomenal ini bermultiplier efek. Pasalnya, semua sektor di bidang pariwisata akan dirangsang kesadarannya. Para pengrajin, kelompok sadar wisata pekerja seni di desa wisata yang menjadi target Smart Village Tourism.

“ Itu tadi, point penting dari konsep ini adalah memadukan kekuatan komunikasi informasi teknologi berbasis web, untuk menggerakkan sumber-sumber lokal demi memaksimalisasi potensi yang ada sehingga memberi kemanfaatan bagi segenap masyarakat di kawasan tersebut, jelas Marthen Ruru juga tercatat sebagai kepala bidang event pariwisata Disbudpar Provinsi Sulsel, yang dihubungi melalui telepon genggamnya Senin (24/11).

Menurut rencana sekira bulan Desember tahun 2014 ini, Smart Village Tourism akan dilaunching yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dengan beberapa stakeholder yang sudah di temui.

Penting pula diketahui LPP-Toraja resmi menjadi organisasi kemasyarakatan semenjak Kesatuan bangsa dan politik Pemkab Toraja Utara mengeluarkan Surat keterangan Terdaftar (SKT) LPP-Toraja, dengan nomor 220/73/26/018/BAKESBANGPOL/XI/2014.

Berita ini hasil sebaran media grup KABAR-TORAJA.COM

Penulis: EK

Editor: M.Jafar

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Scroll To Top