Home / Editorial / Bentrok Satpol PP VS Polisi, Budayawan Sulsel: Lunturnya Budaya di Kota Makassar

Bentrok Satpol PP VS Polisi, Budayawan Sulsel: Lunturnya Budaya di Kota Makassar

bekerjasama saling menghargai-Ilustrasi. Google

bekerjasama saling menghargai-Ilustrasi. Google

SEPUTAR MAKASSAR–Budayawan Sulawesi Selatan Ishak Ngeljaratan menilai persoalan antara Satpol PP dan Polisi di Makassar adalah tanda lunturnya budaya di Kota Makassar.

Menurutnya persoalan ini tidak mesti terjadi di Kota Makassar, budaya kearifan lokal Bugis-Makassar adalah memanusiakan manusia.

Memanusiasikan, kata Ishak, adalah saling menghargai antar sesama (sipakalebbi) dan saling menghargai (sipakatau).

“Jika ada pertikaian sesama manusia di tanah Bugis-Makassar harus diselesaikam secara adat,” ujar Ishak, Selasa 9 Agustus 2016 saat diskusi Forum Dosen Makassar di Tribun Timur.

Baca Juga: Persoalan Sepele, Hanya Ditegur Saja Polisi Serang Balaikota Makassar

Agregat: Tribun, Kabarmakassar.

Editor: Ancha

SEPUTAR MAKASSAR MEMBUKA SELUAS-LUASNYA PERAN AKTIF ANDA DENGAN MENGIRIMKAN IDE, OPINI, ACARA/KEGIATAN dan Ucapan juga Tanggapan. KIRIM ARTIKEL ANDA KE: seputarmakassarkita@gmail.com

Catatan: Agar artikel anda Segera Diturunkan. Sertakan Foto, ID dan Nomor kontak. Foto akan diletakkan di samping artikel anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Scroll To Top