Home / Berita Luar / Belajar Dari Icuk Asmara, Berani Ambil Keputusan Jadi Pebisnis

Belajar Dari Icuk Asmara, Berani Ambil Keputusan Jadi Pebisnis

Peserta rombongan Studi banding saat mengunjungi galery kerajinan kulit reptil  milik Icuk Asmara

Peserta rombongan Studi banding saat mengunjungi galery kerajinan kulit reptil
milik Icuk Asmara

SEPUTAR MAKASSAR–Salah satu kunci menuju kesuksesan adalah berani mengambil keputusan. Kata ini selalu melekat di setiap pengusaha sukses. Semua hal terbatas mulai modal hingga harus mulai dengan mengandalkan diri sendiri.

Seperti halnya Icuk Asmara pemilik usaha kerajinan tas dari kulit reptil. Gambaran itu jelas terlihat saat rombongan Studi banding Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel, di galery miliknya yang terletak di perum Kemuning Desa Jeungjing Kec. Cisoka Tangerang, Banten, belum lama, Kamis 16 november 2017.

Menurut Icuk Asmara ia tidak ingin menjadi karyawan seumur hidup.  Pemilik usaha dengan nama Awietaly ini memaksakn diri untuk keluar dari zona nyaman (comvort zone), dan memutuskan keluar dari pekerjaan untuk menjadi entrepreneur.

“Walaupun perasaan saya diliputi kecemasan dan kekhawatiran gagal membuka usaha ini. Tapi tekad sudah bulat harus menjadi Bos diusaha sendiri walaupun skala kecil,” ucapnya.

Sejak saat itu Itulah perjalanan usahanya dimulai dibangun. Hingga saat ini Icuk memulai usahanya sejak 30 tahun silam. Pria yang mengenakan klep di lututnya karena kecelakaan, saling bahu membahu dengan istri. Saat ini dia mampu mempekerjakan puluhan karyawan.

“Semua karyawan saya berasal dari komplek perumahan ini, mulai tetangga sebelah rumah hingga beberapa blok dari sini,” ucapnya dihadapan puluhan peserta studi banding.

Produksi olahan Awietaly sebagian besar tas dan dompet yang berbahan baku kulit reptil seperti ular pyton, dan biawak. Walaupun hanya mnggunakan peralatan yang cukup sederhana tetapi hasil produksiny berkualitas dan berkelas.

Uniknya jika memakai teori pemasaran mix marketing  4P agaknya cukup terbantahkan dari pusat produksi ini. Pasalnya,  tempat produksi dengan galery berada dalam kompleks perumahn yang cukup jauh dari jalan utama.

Bahkan untuk mencapai galerynya pengunjung harus melewati jalan yang cukup sempit. Saat rombongan menuju galery harus melalui jalan yang sedikit becek akibat guyuran hujan lebat. Bahkan media promosinya lebih pada kartu nama, plang nama usaha pun tidak terlalu menarik  kekuatannya pada social media marketing,” ucapnya.

Dia menjelaskan untuk memproduksi tas wanita ukuran sedang butuh lembaran kulit ular phyton. Lembaran dari dua ekor Phyton untuk menjadis ebuah tas kulit ular.

Konsumn terbesarnya justru dari warga asing terutama Korea melalui pmesanan lewat aplikasi chat WA dan Talk. Cukup kirim gambar, konsumen pilih kemudian harga deal barang dikirim setelah pembeli mentransfer uang.

Omsetnya jangan tanya bisa mencapai ratusan juta sebulan, karena harga yang dibanderol per satu buah tas ukuran sedang sekitar 1-3 juta perbuah. Untuk dompet dibandrol harga 250-300 ribu/buah.

Harga bisa melambung sampai 30-50% jika produk ini melalui pihak ke tiga.

“Fokus dan terus berusaha kalau kita sebagai UKM,” ucapnya singkat sebelum diajak berfoto bersama.

Penulis: Bahrul/Jabir

Editor: Ancha

SEPUTAR MAKASSAR MEMBUKA SELUAS-LUASNYA PERAN AKTIF ANDA DENGAN MENGIRIMKAN OPINI, IDE, ACARA/KEGIATAN dan Ucapan juga Tanggapan. KIRIM ARTIKEL ANDA KE: seputarmakassarkita@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Scroll To Top